Tahfizhdulido.com – Guru Pengabdian angkatan Historia Generation mengikuti kegiatan Workshop Pembekalan Guru Pengabdian, Sosialisasi Kode Etik, dan Tugas Struktural di Pesantren Tahfizh Al-Quran Daarul Uluum Lido pada hari Selasa (14/06/22) s.d Rabu (15/06/22).
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Direktur Mahad Tahfizh, Kepala dan Staf bagian, dan Guru Pengabdian Historia di Wisma Pesantren Tahfizh. Pembacaan lafadz basmallah sebagai tanda bahwa kegiatan ini resmi dibuka, selanjutnya acara dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ust. Hamdan Maula Zakaria. Setelah mendengarkan pembacaan ayat suci, para hadirin dipersilakan berdiri untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hyme Oh Pondokku.
Setelahnya dilanjut dengan pembacaan Surat Keputusan tentang Struktur Bagian Guru Pengabdian serta pembacaan Kode Etik Guru Pengabdian oleh Direktur Mahad Tahfizh sekaligus pemberian nasihat kepada guru pengabdian sebagai bekal untuk mengabdi pada tahun ajaran 2022/2023.
Berikut adalah SK Guru Pengabdian dan Struktur Bagian Guru Pengabdian:
Dalam beberapa poin dalam kode etik yang dibacakan ada nasihat yang disampaikan oleh Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed seperti, “Sebagai guru, kalian harus menjaga wibawa dan kehormatan diri. Kalian sudah bukan lagi santri seperti tahun sebelumnya.”
Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed mengingatkan betapa pentingnya dalam menjaga wibawa dan kehormatan diri sebagai guru. Meskipun tahun sebelumnya statusnya menjadi santri, tetapi tahun ini statusnya sudah menjadi guru pengabdian. Sehingga harus bisa menjaga sikap dan sifat dengan para santri tanpa mengurangi keakraban tetapi tetap bisa menjaga wibawa dan kehormatan diri sebagai guru.
Nasihat selanjutnya berupa pemberian tanggung jawab guru pengabdian yang diberikan oleh bagiannya masing-masing. “Guru pengabdian wajib menjalankan tugas yang diberikan oleh Kepala Bagian. Setiap guru pengabdian memiliki tugas yang berbeda-beda, ada yang kerja di lapangan ada pula yang kerjanya di belakang layar. Terlepas dari itu semua, semua tugas yang kalian kerjakan nanti adalah tanggung jawab yang harus kalian lakukan,” tutur Direktur Mahad Tahfizh.
Kode Etik Guru Pengabdian:
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh 7 bagian pesantren dan dibagi menjadi dua hari:
Hari Pertama (Selasa, 14 Juni 2022)
- Bagian Kesekretariatan dan Informatika Pesantren (BKIP)
- Bagian Administrasi dan Keuangan Pesantren (BAKP)
- Bagian Usaha Kreatif Pesantren (BUKP)
- Bagian Pengajaran dan Pengembangan Kurikulum (BPPK)
Hari Kedua (Rabu, 15 Juni 2022)
- Bagian Pembinaan dan Pengasuhan Santri (BPPS)
- Bagian Pengajaran dan Pengembangan Al-Quran (BPPQ)
- Biro Rumah Tangga dan Hubungan Masyarakat (BRTH)
Kegiatan Workshop Guru Pengabdian Historia ini ditutup pada hari Rabu (15/06/22) malam hari setelah guru pengabdian telah menerima semua materi yang diberikan oleh 7 bagian pesantren. Diakhir penutupan workshop, Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed menyampaikan, “Jadilah guru yang mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan, bukan hanya sekadar mengisi pengetahuan.”
“Hal ini bertujuan agar setiap guru mampu memfasilitasi setiap individu santri dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang paripurna. Paripurna di sini adalah manusia yang aqidahnya benar, ibadahnya khusyuk, akhlaknya karimah, disiplin, mandiri, dan tentunya bermanfaat bagi orang lain,” tutur Direktur Mahad Tahfizh lebih lanjut.
Dengan pembacaan lafadz tahmid “Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin” serta simbolis penutupan oleh Direktur Mahad Tahfizh maka kegiatan Workshop Guru Pengabdian Historia resmi ditutup.