Tahfizhdulido.com – 36 wisudawan/wisudawati Pesantren Tahfizh Al-Quran Daarul Uluum Lido diwisuda pada hari Sabtu (11/03/22). Wisuda ini dilakukan setelah melaksanakan Tasmi Akbar selama 5 hari, selengkapnya baca di sini.

Wisuda Tasmi Akbar dihadiri oleh dewan guru, seluruh santri, serta wali wisudawan/wisudawati secara tatap muka di Pesantren Tahfizh Al-Quran Daarul ‘Uluum Lido. Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB dipimpin oleh pembawa acara dari perwakilan santri atas nama Pandu Adiyatma dan Najwa Anwar yang diawali dengan pembacaan beberapa surah terakhir dalam Al-Quran pada juz 30 oleh wisudawan/wisudawati sebagai tanda akhir bacaan dari Tasmi Akbar. Selanjutnya pembacaan Ijazah Sanad Kitab Tuhfatul Athfal (Kitab Ilmu Tajwid) oleh Ust. Ahmad Muhafiz, Lc., ada 31 wisudawan/wisudawati yang mendapatkan ijazah kitab ini yang sanadnya bersambung langsung kepada pengarang kitabnya.

Acara dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh perwakilan santri atas nama Muhammad Faqihuddin dan Muhammad Iqbal Hakim Setelahnya menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, dan Mars Daarul ‘Uluum Lido secara bersama-sama yang dipimpin oleh dirigen dari perwakilan santri atas nama Siti Padilah Azzahra.

Sambutan Direktur Mahad Tahfizh, Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed

Hadir dan memberi sambutan dalam Wisuda Tasmi Akbar ini Ust. Tubagus Bay Armi Hakim, M.Ed., selaku Direktur Mahad Tahfizh. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Tidak ada kenikmatan yang paling indah bagi penghafal Al-Qur’an kecuali hafalan yang mutqin. Tidak ada kenikmatan yang indah bagi penghafal Al-Qur’an kecuali hafalan yang lancar. Tidak ada kenikmatan yang luar biasa kecuali selalu bersama Al-Qur’an. Dan tidak ada kenikmatan yang paling diinginkan penghafal Al-Qur’an kecuali Allah Swt ridha dengan amalan kita yaitu dengan cara menjaganya,” tutur Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed.

Kemudian acara dilanjut dengan prosesi wisuda yang dipimpin oleh Ust. Ali Akbar, M.E., setiap nama wisudawan/wisudawati yang disebutkan beserta yudisiumnya dalam lampiran Surat Keputusan Direktur Mahad Tahfizh maju ke panggung dan dilakukan wisuda oleh Kiai. M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc., Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed., Usth. Siti Maesyaroh, S.H.I., dan Usth. Desi Maziyah, S.E.

NoNamaAsalYudisium
1Hilma Annur Al-Adawiyah binti Oong Amin NurdinBekasi Mumtaz
2Diaz Naufal Argani bin Achmad FatoniJakartaJayyid Jiddan
3Muhamad Boby Haidar Bagir Putra Jaura bin JuhaeriBogorJayyid Jiddan
4Sarah Rizkia Alya Rachman binti H. AbdurachmanBekasi Jayyid Jiddan
5Hanna Maulida Rizqika binti Ade RahmatBekasi Jayyid
6Rangga Sultan Ramadan bin Mutiah MuhtarJakartaJayyid
7Salwa Rizki Parhana Rachman binti H. AbdurachmanBekasi Jayyid
8Ziyad Hamad Sodikin bin H. SodikinBekasi Jayyid
9Riyadh Zahrah Kamil binti Muhamad A.R. SHTangerangJayyid
10Sarah Tuzahra Adawiyah binti UganBogorJayyid
11Isal Ismatulloh bin Cucup RustandiSukabumiJayyid
12Muhammad Dzikri Adly bin (Alm) Rahmat Diyah EkoJakartaJayyid
13Dirgantara Agustin bin Agus MulyadiCianjurMaqbul
14Aisyah Itsnaini Isti'anah bin Ade SupratomoBekasi Maqbul
15Fahar Nayaka Rafif bin Iwan SetiawanBekasi Maqbul
16Achmad Hafiz Kamil bin Muhammad FirdausJakartaMaqbul
17Nurrifani Herdiyanti binti HeryantoBekasi Maqbul
18Muhda Faqih Ahkam bin H. SupianiBekasi Maqbul
19Dinta Aulia Maksudi binti SujanaBogorMaqbul
20Fajar Jaelani bin OnanBekasi Maqbul
21Fajar Saputra bin SulistyonoBogorMaqbul
22Fauzia Sriayu Lestari binti Asep SaepulohBogorMaqbul
23Najwa Naula Qonita Yusuf binti SunyotoJakartaDhaif
24Nadia Inayatul Maula Dadang SaepullohSukabumiDhaif
25Arief Rachman Apriansyah bin TohirBogorDhaif
26Arman Baihaqi bin Nanang HermadiBogorDhaif
27Syana Naila Putri Hermansyah binti Roni HermansyahTangerangDhaif
28Salwa Putri Galiyah binti WarsitaBekasi Dhaif
29Ghaza Asy'ari Gani bin NikmatullahJakartaDhaif
30Srie Bintang Tilawah Muniri binti Ruslan Abdul MunirSukabumiDhaif
31Nurul Putri Amalia binti Fachrudin SalehBogorDhaif
32Refa Regita binti PonimanBekasi Dhaif
33Hasbiya Akbar bin Maman Rahman HidayatKarawangDhaif
34Nayla Elmahasina binti H. Ujang MisbahBogorDhaif
35Syafa'atul Auliani binti (Alm) Muhammad SyafeiBogorDhaif
36Diva Samudera Fany bin FaisalDepokDhaif

Acara selanjutnya adalah penyematan mahkota kepada orang tua wisudawan/wisudawati yang diiringi oleh pembacaan puisi serta musik instrumental menjadikan suasana lebih mengharukan. Suara tangisan dan cucuran air mata wali wisudawan/wisudawati keluar setelah mahkota disematkan oleh putra-putrinya. Para hadirin yang melihatnya secara langsung atau melalui kanal YouTube Pesantren merasakan hal yang sama, rasa bangga turut hadir atas capaian yang telah dilalui oleh wisudawan/wisudawati.

Kemudian acara dilanjut dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan wali santri kelas akhir yaitu Bapak Ade Supratomo wali santri dari Aisyah Itsnaini Isti’anah. Dalam penyampaiannya beliau merasa kagum dan bangga atas capaian putra/putri yang telah menyelesaikan hafalan 30 Juz serta ucapan terima kasih dari kami selaku wali santri atas bimbingan kepada anak kami selama ini, dan kami mohon maaf jika ada kesalahan yang disengaja atau pun tidak disengaja. “Kami atas nama orang tua mohon maaf apabila kami kurang memperhatikan pesantren dan dewan guru, dan kami merasa bangga dan bahagia karena hari ini dapat menghadiri anak kami wisuda. Semoga anak-anak kami menjadi anak yang soleh dan solehah, anak yang membanggakan kepada orang tua, masyarakat dan juga kepada bangsa serta negara, tutur Bapak Ade Supratomo.

Irsyadat wa taujihat Pimpinan Pesantren, Kiai. M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc.

Acara selanjutnya irsyadat wa taujihat dari Kiai. M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc., selaku Pimpinan Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido. Dalam penyambutannya Kiai. M. Yazid Dimyati menyampaikan, “Bahwa kehadiran kita dalam wujud yang nyata pada hari ini adalah suatu nikmat. Saya sangat bersyukur kepada Allah Swt dan mengucapkan terima kasih kepada wali santri yang sudah hadir menyempatkan dalam acara yang hanya terjadi satu kali selama umur hidup mereka (santri akhir). Acara ini tidak akan terulang lagi, tidak ada reka ulang untuk kedua kalinya. Sehingga kehadiran kita di sini membawa rahmat dan keberkahan sendiri bagi kita semua dan khususnya kepada santri kelas akhir, tutur Kiai. M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc.

Nama Fabizan yang dijadikan nama angkatan ke-22 merupakan singkatan dari ayat di dalam Al-Qur’an yaitu  فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ yang memiliki arti “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”. Ayat ini menunjukkan kehati-hatian angkatan mereka agar tidak ditegur kembali oleh Allah atas nikmat yang sudah diberikan atau mendustakan sesuatu yang sudah diterima dari-Nya.

Di akhir penyampaiannya, Kiai. M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc. menegaskan kembali bahwa wisuda saat ini bukanlah akhir dari perjuangan dan pendidikan. Wisudawan dan Wisudawati yang hari ini diwisuda akan melanjutkan tahapan pengabdian yang sifatnya wajib di Pesantren Tahfizh. Masa pengabdian merupakan ajang mereka untuk mengamalkan ilmu dan pengalaman yang sudah mereka dapatkan, ada yang yang 6 tahun dan juga 4 tahun. Selain itu juga pada masa pengabdian nanti bagi mereka yang belum mutqin 8 juz harus mengikuti tasmi kembali karena sesuai standar profil alumni pesantren saat ini bahwa minimal mutqin adalah 8 juz.

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan surah Al-Fatihah yang dikhususkan untuk pendiri Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido oleh Ust. Drs. H. Ahmad Yani, M.Pd.I.

Foto Bersama Pimpinan Pesantren, Majelis kehormatan Asaatidz, dewan guru, dan Wisudawan/Wisudawati

Foto Bersama Wali Santri Dengan Wisudawan/Wisudawati