Oleh: Muhammad Naufal (Alumni Infinity)
Oh ibu, pondok tercintaku
Aku selalu di dalam sendu
Yang diam-diam meratap rindu
Menyebabkan diri pilu membiru
Hanya seuntai doa dan usaha yang kuberi padamu
1.440 jam berlalu
Aku rajin mempalu
Memecahkan sebongkah celengan rindu
Dengan caraku, menggoreskan pena biru
Menyelesaikan tugas
Di atas kertas berlebel sidu
Tugas, kau memiliki peran yang kuharap
Maka jangan kau palingkan dariku untuk menetap
Kau Sudah lama menatap
Tapi, aku tak ingin kau beranjak
Karena sebabmu aku senyum beranak
Meyakini yang ku rindukan
Terus mengawasi dan mengharapkan
Demi kebaikanku nanti di masa depan.
Tugas,,
Kau laksana hujan yang selalu turun membasahi dengan lebat
Api kepada lilin yang tanpa henti menjilat
Ombak kepada karang yang selalu melahap
Tapi, dengan keberadaan tugas
Aku bisa bercumbu puas
Memenuhi rindu yang tak terbalas
Kepada ibu, pondokku
Cintaku padamu luas
Laksana laut yang terbentang sangat lepas