Riset ungkap cara agar lebih sadar diri

Oleh: Alya Zahra Septani (Depok)

Terkadang aku tersadar,

hidup di dunia itu hanya sementara.

Harta,

bahkan kecantikan dan ketampanan

Tidak ada gunanya sama sekali.

Semua itu,

Tidak akan bisa menolong kita di akhirat nanti.

Terkadang pun aku merasa malu,

Doaku selalu dikabulkan oleh Allah

Ia, masih berkenan menjaga aibku dari manusia

Sedangkan aku?

Tak henti-hentinya berbuat maksiat kepada-Nya

Aku malu dengan diriku sendiri,

Aku adalah seorang PENGHAFAL AL-QUR’AN

Tetapi aku belum bisa mengamalkan tiap kalamNya

Aku sadar,

Allah selalu memberiku nikmat yang banyak,

Aku bisa menghafal al-qur’an, tadarus, murajaah

Tak pernah kurang rezeki yang Ia berikan padaku.

Tetapi aku? selalu saja mengabaikannya.

Lalai akan panggilan-Nya.

Aku pun kini tersadar

dibalik sebuah masalah pasti ada hikmah yg ingin disampaikan-Nya

Saat ini, adalah waktuku untuk fokus dalam belajar

Untuk mengejar cita-cita di masa yang akan datang

Bukan fokus dalam percintaan.

Memanglah benar,

kebahagiaan yang haqiqi itu adalah

ketika kita, selalu dekat dengan “SANG PENCIPTA”.