Foto bersama para pengasuh dan anak yatim-piatu setelah kegiatan selesai.

Oleh: Azkia Nadzira Haraki (Santriwati kelas 4)

Tepat pada tanggal 30 Desember 2019, beberapa santri berkumpul di suatu tempat. Ada yang dr Sukabumi, Bogor, Bekasi, Sentul, Cileungsi, Riau dan Jakarta. Mereka adalah santri dari PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN DAARUL ‘ULUUM LIDO, yang saat ini sedang menghabisi masa liburnya. Mereka  berkumpul di daerah Cibubur, Kranggan, Bekasi.

Betapa bahagianya, ketika mereka sampai di rumah temannya yang bernama ADELIA PERMATASARI. Setelah itu, mereka melaksanakan sholat dzuhur dan berbincang-bincang. Tujuan mereka berkumpul hanya untuk mengunjungi dan bersilaturahim ke tempat panti asuhan (anak-anak yatim piatu), dan memberikan sedikit rezeki yg mereka miliki.

Beberapa menit kemudian, mereka langsung pergi ke tempat yang sudah mereka rencanakan,yaitu YAYASAN MIFTAHUL HUDA, Kranggan, Bekasi. Sesampainya disana, banyak anak kecil hingga remaja yang sedang melakukan aktivitasnya masing-masing. Dan mereka terkejut ketika melihat kami datang ke tempatnya. Terlihat dari jauh, beberapa santri pun berlarian mendekati kami dan saling berjabat tangan dengan ramah. Tak terasa rintik hujan pun berjatuhan membasahi sekitaran. Secepatnya kami pun berlarian melindungi diri dari basahnya rintik hujan. Beberapa detik kemudian, acara pun dimulai.

Acara ini diselenggarakan di masjid YAYASAN MIFTAHUL HUDA, kemudian dilanjut pembukaan oleh Pembina Yayasan tersebut, disambung oleh Adelia Permatasari. Dan terlihat, para santri pun tak tahan menahan rasa lapar, dan akhirnya kami pun membagikannya satu persatu. Makan siang pun dimulai. Mereka menyantap dengan begitu lahapnya, bahkan ada yang meminta lebih. Disamping itu, terlihat ada 3 anak kecil yang tidak ikut makan, kami pun menghampirinya sebari bertanya, ”Adek! Kok gk ikut makan ?”, mereka menjawab, ”Nggak kak! Kita lagi puasa”.Kami pun terkejut mendengar jawaban mereka. Ternyata mereka disunnahkan untuk berpuasa sunnah Senin-Kamis. Tak hanya itu, Yayasan pun mempunyai jadwal untuk sekolah/belajar, ada yang belajar Bahasa Arab, ada juga yang belajar/ngaji kitab.

Waktu menunjukan semakin sore, dan tak terasa kami pun harus mengakhiri  acara ini. Dan tak lupa. Kami juga memberikan nama untuk acara yang sedang diadakan ini, yaitu TABASAM. What is the mean? TABASAM singkatan dari Tahfizh Berbagi Senyuman. Jadi, tujuan kami mengadakan acara ini, yaitu untuk bersedekah, dan membantu Yayasan tersebut, walaupun tak bernilai besar. Dan akhirnya acara pun selesai, kami pun pamit untuk bergegas kembali pulang. TAMAT.

Pesan: 

Dibalik senyuman mereka, dibalik kebahagiaannya, tersimpan rasa sedih yang mendalam. Mereka tinggal hanya seorang diri, tak bisa merasakan kasih sayang yang begitu tulus dari seseorang yang telah melahirkannya. Bahkan ada anak kecil perempuan yang tak tahu dimana tempat tinggalnya. Namun mereka masih bisa tertawa bahagia walaupun hanya dengan teman-temannya. Namun,semua itu tak membuat mereka putus asa dalam menggapai cita-citanya.

Sosialisasi terhadap anak yatim-piatu putri.