Tahfizhdulido.com – Guru dan Pengurus OSTADA Masa Khidmat 2024-2025 yang berjumlah 56 orang melakukan kegiatan studi komparatif ke Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan – Jawa Tengah pada 17 s.d 20 November 2024. Kegiatan studi komparatif ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan, persamaan, dan hubungan antar dua Pesantren. Sehingga hal baru yang ditemui apabila layak untuk diterapkan di Pesantren, maka bisa diimplementasikan dikemudian hari. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rutinitas tahunan bagi Pengurus Organisasi Santri Tahfizh Daarul ‘Uluum Lido (OSTADA) setiap awal masa jabatannya agar pengurus dapat meningkatkan mutu, perbaikan sistem kepengurusan, hingga menentukan kebijakan yang tepat untuk anggota (santri) di Pesantren.

Dewan guru yang ikut mendampingi dalam kegiatan studi komparatif, yaitu:

  1. Dr. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed
  2. Usth. Desi Maziyah, S.E
  3. Ust. Risky Amanda Firdaus, S.S
  4. Ust. Ahmad Muhafiz, Lc
  5. Ust. Mulyadi, M.Pd
  6. Ust. Fahmi Ibrahim, S.T
  7. Usth. Nadia Ashar, S.Pd
  8. Usth. Ferawati, S.Si
  9. Usth. Yasmi Siti Aulia

Apel sebelum pemberangkatan dilakukan oleh pengurus OSTADA yang dipimpin oleh Ust. Risky Amanda Firdaus, S.S selaku Kepala Bagian Kesekretariatan dan Informatika Pesantren. Dalam apel tersebut beliau mengingatkan pentingnya kegiatan ini dilakukan dengan baik serta mengambil manfaat dari program, sistem, dan kebijakan dari setiap bagian kepengurusan agar dapat diimplementasikan pada kepengurusan Masa Khidmat 2024-2025. Apel ditutup dengan bersama-sama membaca doa, semoga niat dan rencana yang sudah dipersiapkan dapat berjalan baik, serta pulang ke Pesantren dengan selamat.

Pemberangkatan ke Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan – Jawa Tengah pukul 07.00 WIB dan melakukan beberapa pemberhentian yang pertama di Rest Area 379A untuk istirahat, salat, dan makan siang. Dan kedua di RM. Tugu Asri Tuban untuk istirahat, salat, dan makan malam. Hingga akhirnya tiba di Pondok Pesantren Sunan Drajat pukul 22.45 WIB dan langsung diarahkan oleh guru Pondok Pesantren Sunan Drajat untuk istirahat dan tidur malam.

Keesokan pada pagi harinya, guru dan pengurus OSTADA mengikuti rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Sunan Drajat seperti salat subuh berjamaah dan kajian kitab kuning. Selanjutnya, setelah mandi dan sarapan, kami diarahkan menuju ruangan untuk pembukaan Studi Komparatif yang dihadiri oleh Pengasuh dan Dewan Guru Pondok Pesantren Sunan Drajat, yaitu:

  1. Prof. Dr. Abdul Ghofur (Pengasuh Pesantren Sunan Drajat Lamongan)
  2. KH. Abdul Mun’im, Lc,. M.Pd.I (Wakil Pembina Pesantren Sunan Drajat)
  3. Ust. Ahmad Zubaidi, S.Tp, M.Si (Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Ma’arif 7 Pesantren Sunan Drajat)
  4. Ust. Wasis, M.Pd (Pembina Anak Tahfidz Madrasah Aliyah)
  5. Ust. Ridwan Ma’arif, M.Pd (Wakil Kesiswaan Pesantren Sunan Drajat)
  6. Ust. Mochammad Lailatul Qodri Kusuma, M.Pd (Kepala Humas Pesantren Sunan Drajat)

Setelah satu hari penuh melakukan studi komparatif dengan Pengasuh, Dewan Guru, dan Pengurus Pondok Pesantren Sunan Drajat, kami berziarah ke Makam Sunan Drajat dan mengujungi sumur titik awal mulai dakwah Sunan Drajat, lalu belanja di Toserba yang merupakan salah satu unit usaha Pondok Pesantren Sunan Drajat berada di luar Pesantren dan terbuka untuk umum. Pada Selasa (19/11/24) kami pamit dan bertolak meninggalkan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Dalam perjalanan pulang menuju ke Bogor, kami terlebih dahulu mengunjungi  Museum Sonobudoyo dan berwisata di Malioboro – Yogyakarta sekaligus bertemu serta silaturahmi dengan alumni Pesantren yang berada di sana.