Tahfizhdulido.com – Organisasi Santri Tahfizh Daarul Uluum Lido (OSTADA) merupakan organisasi santri di Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul Uluum Lido di bawah pengawasan Bagian Pengasuhan dan Pembinaan Santri (BPPS) yang diberikan amanah langsung dari Direktur Pesantren Tahfizh untuk membantu, berkhidmah, serta mengawasi berbagai kegiatan yang sudah diprogramkan dan dilaksanakan oleh seluruh santri.
Pada hari Sabtu (10/09/22) diselenggarakan acara Serah Terima Jabatan Pengurus OSTADA masa khidmat 2021/2022 kepada Pengurus OSTADA masa khidmat 2022/2023. Acara Serah Terima Jabatan Pengurus OSTADA bertempat di lapangan Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido dan dihadiri oleh Khodimul Ma’had, Direktur Pesantren Tahfizh, Majelis Kehormatan Asaatidz, Kepala Bagian, Dewan Guru beserta seluruh santri. Kegiatan dibuka oleh 3 pembawa acara yaitu Radiatan Atiah Kamal (Bahasa Indonesia), Fawwaz Khatami (Bahasa Arab), dan Sahla Aura Tsani (Bahasa Inggris). Untuk menambah keberkahan acara dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Muhammad Faqihuddin santri kelas 1 asal Bogor.
Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, dan Mars Daarul ‘Uluum Lido secara bersama-sama dengan diiringi musik dan dipandu oleh dirigen. Setelah selesai menyanyikan lagu, pembawa acara mempersilakan kepada Direktur Pesantren Tahfizh, Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed untuk memberikan sambutan. Mengawali sambutannya, Ust. Tubagus melaporkan kegiatan Musyawarah Besar kepada Khodimul Ma’had. Ada 4 agenda di dalam Musyawarah Besar, antara lain: Training of Leadership and Management (TLM), Laporan Pertanggungjawaban Pengurus OSTADA 2021/2022, Pemilu Raya Ketua OSTADA 2022/2023 secara digital (online), dan Serah Terima Jabatan (STJ).
Selanjutnya, ucapan terima kasih kepada demisioner pengurus OSTADA 2021/2022, “Kepada pengurus OSTADA demisioner bahwa kami selaku dewan guru mengucapkan ribuan terima kasih atas dedikasi, kontribusi, serta loyalitas dalam mengemban amanah selama satu tahun menjadi pengurus ini,” tutur Direktur Pesantren Tahfizh.
“Dan untuk pengurus baru kami berharap kalian yang melanjutkan estafet kepemimpinan ini dan mampu mengambil kesempatan besar ini untuk belajar dan berkembang lebih cepat agar kalian menjadi pengurus yang baik sebagaimana dalam kaidah fiqhiyah ma kana aktsaro fi’lan kana aktsaro fadhlan yang artinya barang siapa yang banyak berbuat, maka dia yang banyak mendapat keutamaan,” tutur Direktur Pesantren Tahfizh lebih lanjut.

Setelahnya, Direktur Pesantren Tahfizh membaca Surat Keputusan tentang Struktur dan Personalia / Pengurus OSTADA Masa Khidmat 2022/2023.
OSTADA PUTRA MASA KHIDMAT 2022/2023
| No | Nama | Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | Muhammad Zawaldi Setiawan | Ketua OSTADA |
| 2 | Muhammad Hamzah | Wakil Ketua OSTADA |
| 3 | Muhammad Ilham Ramdhani | Sekretaris dan Bendahara |
| 4 | Naufal Dwi Lisardi | Sekretaris dan Bendahara |
| 5 | Mulki Fauzi Akbar | Bag. Ihya Al-Quran |
| 6 | Ahmad Fajar Khan Mubarok | Bag. Ihya Al-Quran |
| 7 | Muhammad Iqbal Hakim | Bag. Peribadatan |
| 8 | Muhammad Syahrul Mubarok | Bag. Peribadatan |
| 9 | Faqih Ihsan Habibie | Bag. Bahasa |
| 10 | Zidan Zildjian Ghifary | Bag. Bahasa |
| 11 | Ahmad Faiz Al Munawwar | Bag. Kesenian |
| 12 | Muhammad Anugrah Arafah | Bag. Keamanan & Pengajaran |
| 13 | Nur Muhammad Faqih | Bag. Keamanan & Pengajaran |
| 14 | Ihsan Raditya Pangestu | Bag. Perlengkapan |
| 15 | Abdurrahman Hamami | Bag. Perlengkapan |
| 16 | Ditmar Amril Saiby | Bag. Kebersihan |
| 17 | Pandu Adiyatma | Bag. Kesehatan |
| 18 | Fauzi Ramadhan Widodo | Bag. Olahraga |
OSTADA PUTRI MASA KHIDMAT 2022/2023
| No | Nama | Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | Putri Noer Sabrina Rachman | Ketua OSTADA |
| 2 | Niken Dwinta Sari | Wakil Ketua OSTADA |
| 3 | Salma Haura Nabila | Sekretaris dan Bendahara |
| 4 | Zaskia Fatimatuzahra Hasan | Sekretaris dan Bendahara |
| 5 | Aisy Asyfiausyifa Rulfhi | Bag. Ihya Al-Quran |
| 6 | Zulfa Inayah | Bag. Ihya Al-Quran |
| 7 | Salwa Khairunnisa | Bag. Peribadatan |
| 8 | Najwa Anwar | Bag. Peribadatan |
| 9 | Fani Madania Putri | Bag. Peribadatan |
| 10 | Hanna Khairunnisa Alifah | Bag. Peribadatan |
| 11 | Nurmala | Bag. Bahasa |
| 12 | Rafiola Azalia Khalda | Bag. Bahasa |
| 13 | Salma | Bag. Bahasa |
| 14 | Shela Tuti Alawiah | Bag. Bahasa |
| 15 | Gyma Zakia Althaf | Bag. Kesenian |
| 16 | Silvia Maharani | Bag. Kesenian |
| 17 | Annisa Azalia Anjali | Bag. Keamanan & Pengajaran |
| 18 | Nazla Khairunnisa R. | Bag. Keamanan & Pengajaran |
| 19 | Adinda Ridha | Bag. Kebersihan |
| 20 | Alfiyanti Tsani | Bag. Kebersihan |
| 21 | Fauza Rahma R. | Bag. Kesehatan |
| 22 | Alya Zahra Septiani P. | Bag. Kesehatan |
| 23 | Adinda Pebrianti | Bag. Olahraga |
Acara dilanjut dengan pemberian simbolis serah terima jabatan dari pengurus lama kepada pengurus baru beserta pemberian barang inventaris yang dapat dimanfaatkan di periode OSTADA berikutnya.
Selanjutnya, pembawa acara mempersilakan kepada Khodimul Ma’had, Kiai. M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc untuk memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan esensi adanya organisasi santri di pesantren ini.
“Organisasi santri di pesantren tidak lain sebagai bagian proses pendidikan, oleh karena itu masuk juga ke dalam manhaj (kurikulum) dari pesantren ini. Sehingga belajar berorganisasi insyaAllah akan membentuk karakter santri yang bisa bertanggung jawab, dan juga adanya organisasi santri di pesantren ini untuk belajar memikul amanah,” tutur Kiai. Yazid.
Khodimul Ma’had memberikan pesan kepada pengurus baru bahwa seorang pengurus harus siap mengurus bukan terbalik pengurus yang ingin diurus.
“Seorang pengurus adalah mudabbir yaitu seseorang yang men-tadbir (Yang Mengurus), jangan menjadi pengurus yang mudabbar (Yang Diurus). Maka ini adalah cara upaya pesantren untuk membentuk karakter mereka (pengurus), bagaimana mereka mengurus orang yang sakit, bagaiamana mereka mengurus yang tidak betah, dan mengurus anggota yang rewel, bakhil, dan yang lainnya, tutur Kiai. Yazid lebih lanjut.
Di akhir sambutannya, Khodimul Ma’had menjelaskan bahwa insyaAllah lulusan pesantren modern itu kalau sudah diluar siap untuk mengurus segalanya, mulai dari mengurus asrama atau apapun itu. Karena sejatinya, mereka yang sudah lulus sudah memiliki pengalaman sejak menjadi santri.
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ust. Tubagus Bay Achmad Al-Imam, M.Pd serta pembacaan lafadz tahmid bersama-sama yang dipandu oleh pembawa acara.


