Oleh: Adelia Permatasari (Bekasi)
Aku pernah menyatakan bahwa aku tak menyukai tempat ini
Bahkan aku pernah berfikir “Mengapa ku harus berada disini?”
Namun kini
Aku berdiri disini
Menyesali prasangka buruk yang pernah datang melintasi
Juga menatap indah kenangan yang menjadi memori di dalam hati
Jika saja waktu sudi untuk mengulang masa yang pernah kulewati
Masa dimana aku berlari, ketika dihitungi
Masa dimana dimana aku dididik, lewat tarbiyah yang kusangka pelik
Masa dimana aku berusaha, menghafal kalam-kalamNya
Masa dimana aku meneteskan air mata, akan sesaknya menahan rindu pada keluarga
Dan juga, masa dimana aku belajar tentang hikmah, dari kehidupan yang sebenarnya.
Aku benar-benar rindu saat-saat itu
Saat tangis menjadi peneman bagi diri yang lemah ini
Saat tawa menjadi pengobat dari berbagai duka dan juga lara
Saat senyuman menjadi sumber dari sebuah kekuatan
Wahai pondok yang telah membesarkan jiwa ku
Aku tak pernah lelah tuk mengucap ribuan terimakasih kepadamu
Kaulah tempat yang membuat hari-hari yang ku jalani menjadi berarti
Kaulah tempat yang membuat jiwaku semakin tangguh
Dan kaulah tempat yang mempertemukan ku pada abi dan ibu
Sosok yang selalu memberikan kehangatan, ketenangan dan menjadi peredam ketika kerinduan kepada orang tua mulai melanda
Dan karena kau jugalah, kutemukan sahabat-sahabat terbaik yang mampu membuatku bersyukur, akan kehidupan yang terasa menyenangkan.
Kau adalah pondokku, pondok yang aku banggakan.