Tahfizhdulido.com – Tepat pada hari ini 1 Februari 2025, Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido genap satu dasawarsa atau 10 tahun sejak tahun 2015 – 2025. Dalam rangka memperingati satu dasawarsa ini, pesantren telah mengadakan kegiatan Seminar Intenasional & Talk Show pada tanggal 27-28 Januari dan Perlombaan Gelora 3 pada tanggal 29-31 Januari. Tema pada satu dasawarsa ini adalah Rangkai Keharmonisan dalam Satu Rasa (ROMANSA) dengan 2 harapan tema ini diambil, yaitu:

  1. Sebagai pemegang tongkat penghafal Al-Qur’an, haruslah mengerti konsep kasih sayang Allah Swt kepada hamba-Nya. Sehingga tertanam dalam diri rendah hati dan kasih sayang sesama makhluk ciptaan-Nya.
  2. Sebagai lembaga yang menjunjung tinggi kekeluargaan usroh wahidah bi mahabbah ‘azhima. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tali persaudaraan yang berasal dari rahim ideologi yang sama.

Dalam acara ini, pesantren mengundang KH. Taufiqurrahman, S.Q (Ust. Pantun) yang merupakan wali santri Muhammad Azril Ghifari untuk memberikan tausyiah. Hadir dalam acara ini Khadimul Mahad, Majelis Kehormatan Asaatidz, Dewan Guru, santri serta alumni yang semuanya diundang dari angkatan pertama pesantren tahfizh berdiri sampai terakhir. Acara dimulai dengan pembacaan Maulid Simtudduror sambil menunggu tamu undangan hadir semuanya. Lalu, acara dibuka oleh Randika Surya Wijaya (Kelas 5) dan Nadya Zhafira (Kelas 2) selaku pembawa acara. Selanjutnya acara pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh KH. Arwani selaku Pimpinan Pesantren Nurul Quran, Tangerang.

Acara dilanjut dengan irsyadat wa taujihat oleh Direktur Mahad Tahfizh, Dr. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed, beliau menyampaikan, “Tidak terasa sudah 10 tahun pesantren ini berdiri, kita sudah mencetak 315 santri yang hafal Al-Qur’an 30 Juz dan 244 alumni yang tersebar di perguruan tinggi dalam dan luar negeri,” tutur Dr. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed.

Kami merasa bahwa pesantren ini tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi pesantren ini bagian dari keluarga yang tidak terpisahkan. Hal ini sesuai dengan selogan yang selalu dipakai di Pesantren ini, yaitu usroh wahidah bi mahabbah ‘azhima, lanjut Dr. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed.

Selanjutnya irsyadat wa taujihat Oleh Khadimul Mahad, Kiai. M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc dalam irsyadatnya beliau menyampaikan, “Satu kesyukuran sudah pesantren tahfizh ini berusia 10 tahun, oleh karena itu ditengah arus yang selalu menggoda dan merayu generasi muda dengan salah satunya teknologi yang ada, kita harus membuktikan bahwa santri harus bangga, cinta, dan bersyukur menjadi santri di pesantren,” tutur Kiai. M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc. Di akhir penyampaiannya, Kiai. M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc berharap semoga Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido selalu berkah, selalu jaya, dan selalu dilindungi hingga hari kiamat nanti.

Pada Satu Dasawarsa ini Pesantren melalui tim penulis membuat biografi Drs. KH. Ahmad Dimyati dengan judul buku Jejak Cahaya Drs. KH. Ahmad Dimyati yang diambil sumbernya dari putra-putri dari Drs. KH. Ahmad Dimyati serta sahabatnya. Dengan buku ini menjadi kenangan satu dasawarsa pesantren menciptakan karya yang bisa menjadi arsip pesantren bahkan dapat dipublikasikan secara umum.

 

Acara dilanjut dengan tausyiah KH. Taufiqurrahman, S.Q (Ust. Pantun), pada tausyiahnya beliau menyampaikan rukun kemuliaan itu terdapat 4 macam, yaitu; Husnul Khuluqi, Tawaddu’ (Rendah Hati), Assakhou (Sifat Pemurah), Annusuk. Lalu beliau mendoakan Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido dengan pantunnya:

Makan salad sudah menjadi maklum
Saat di Mekkah dicampur Kurma
Selamat Milad 1 Dasawarsa Pesantren Tahfizh Daarul ‘Uluum
Terus semakin barokah dan istiqoma

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan surah Al-Fatihah yang dikhususkan untuk pendiri Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido oleh Ust. H. Ujang Musa Tauhid, M.Pd.