Mahasiswa sebanyak 31 orang berangkat ke Suriah pada hari Selasa, (9/11/2021) untuk menempuh pendidikan. Satu diantaranya yang bernama Mufarrih Yazid merupakan alumni sekaligus kader Pesantren Tahfizh Al-Quran Daarul ‘Uluum Lido, angkatan 19 (Bravement).

Keberangkatan para mahasiswa rencananya didampingi langsung oleh KH. Ahmad Fathir Hambali selaku Ketua Umum Al Syami dan Sekjen Al Syami yang bernama M. Nailur Rochman. Mahasiswa yang berjumlah 31 tersebut nantinya akan belajar studi strata satu (S1) di Univesitas Bilad Syam cabang Mujamma’ Syeikh Ahmad Kaftaro Damaskus Suriah.

Dalam kegiatan pelepasan yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Syam Indonesia (Al Syami) pada hari Senin, (8/11/2021) dihadiri oleh Duta Besar Suriah Abd Mun’im yang mengaku merasa kagum dengan Islam yang  berkembang di Indonesia. Hal ini disebabkan Indonesia memiliki relasi agama dan negara yang baik. Selain itu, agama dan modernisasi yang berjalan serasi dan saling membangun, bukan saling menghancurkan.

Dubes berpesan agar para mahasiswa kelak bisa tetap menjaga Islam sekaligus menjaga negaranya dengan baik. “Sejauh saya bertugas di berbagai negara, saya tidak menemukan Islam sebagaimana yang saya temukan di Indonesia. Inilah Islam.”

Sebelumnya, Pesantren sudah melakukan kegiatan pelepasan kepada ananda Mufarrih Yazid pada hari Minggu, (7/11/2021) di Masjid Al-Maktoum yang dihadiri oleh dewan guru dan seluruh santri.

Direktur Mahad Tahfizh, Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed memberikan 3 pesan dalam kegiatan pelepasan tersebut, yaitu:

1. Salah satu cara Pesantren dapat eksis adalah adanya kader, sehingga perlu adanya pengkaderan (guru) di Pesantren. Maka Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido melakukan pengkaderan dari alumni yang memang dipilih atau diri sendirinya yang menawarkan untuk menjadi kader. Saat ini Pesantren sudah memiliki 3 kader. Pertama, Ahmad Muhafiz yang melanjutkan pendidikan di Mesir. Kedua, Khoirul Ibad yang melanjutkan pendidikan di Maroko. Keduanya telah menyelesaikan pendidikannya tahun 2021. Dan sekarang Mufarrih Yazid menjadi kader ketiga yang melanjutkan pendidikan di Suria. Harapan Direktur Mahad Tahfizh semoga ke depannya ada kader dari perempuan karena ini menjadi salah satu kekurangan saat ini.

2. Harapan Pesantren kepada kader yang dikirim keluar negeri adalah ketika kepulangannya dapat mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamin dan Islam yang washatiyah. Dan rencana Pesantren akan melakukan pengiriman kader tidak hanya ke Timur Tengah saja melainkan ke negara lain seperti di Asia, Eropa dan lainnya.

3. Kader yang dikirim oleh Pesantren adalah mereka yang mau dan bersungguh-sungguh dalam belajar sehingga diusahakan bisa melanjutkan pendidikan di Universitas yang terbaik, tentu dengan beasiswa.

Diakhir penutup penyampaiannya, Direktur Mahad Tahfizh menambahkan apa yang sudah disampaikan ananda Mufarrih Yazid sebelumnya bahwa jangan memulai hal yang tidak bisa kalian selesaikan, dan selesaikanlah segala sesuatu yang sudah kalian mulai.

 

Pewarta: Fakhri Putra Tanoto