Kalam suci Sang Ilahi adalah peta kebahagiaan semesta..
Penyejuk dahaga..
Penenang jiwa dan penerang kehidupan..
Betapa mulianya Kalam itu..
Sehingga tak semua orang dipilih untuk menjaganya..
Menjaga Kalam Ilahi memang tidak mudah..
Melelahkan memang..
Harus terus berpacu dengan lantunan Al-Qur’an..
Namun, tak ada hasil tanpa perjuangan, Nak!
Niat mulia tak akan pernah salah..
Perjuangan ini yang kalian tempuh dengan tangis, keringat, dan air mata..
Niscaya akan berlimpah keberkahan..
Ayat demi ayat terlampau sudah..
Meski dengan terbata-bata..
Bersusah payah dan berpasrah..
Tekad kuat percaya pada janji Ilahi..
Sebuah janji yang terbalaskan dengan mahkota terpermanai..
Mahkota syafaat bagi kedua orang tua..
Yang dengannya kalian menjadi kabar gembira sebab datangnya kemuliaan..
Menjadi kabar ternanti bagi keluarga..
Menjadi pembawa pertolongan dalam kesempitan..
Menjadi lentera dalam kegempitaan..
Itulah kalian, Nak..!
Lentera yang akan menerangi umat dengan cahaya Al-Qur’an..
Apakah upacara penyematan mahkota hanya bagi para bangsawan..?
Seperti di kisah-kisah kerajaan..
Apakah penyematan mahkota hanya bagi mereka keturunan para raja..?
Tentu tidak bukan?
Jangan bersedih, Nak!
Lantaran orang tua atau orang terkasihmu tak mewujud di hadapanmu saat kau ingin memakaikan mahkota ke atas kepala mereka..
Sesungguhnya itu hanya simbol di dunia belaka..
Mahkota sesungguhnya akan kau kenakan untuk mereka di akhirat kelak..
Dengan wajah riang lagi bercahaya..
Di malam yang khidmat ini..
Mungkin engkau akan berkata,
“Allah.. Rabbi.. beri aku kesempatan untuk merangkul, menolong, menanggung, membahagiakan orang-orang tercintaku.
Membahagiakan orang tuaku, ayah ibu yang telah melahirkanku, membesarkanku dengan susah payah, yang membiayaiku dengan peluh dan lusuh.
Aku ingin mereka termuliakan.
Aku ingin mereka tertinggikan.
Aku ingin menghadiahinya mahkota kemuliaan.
Bersinarkan cahaya Al-Qur’an.
Sampai nafas berhenti.
Sampai Engkau suruh aku kembali.
Ke hadirat-Mu Ilahi..”
Author : Rahmat & Yovie