
Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul Uluum Lido kemarin (Ahad, 22 Sept 2019) kembali mengadakan khataman hafalan. Selama kegiatan berlangsung, baik santriwan maupun santriwati memperhatikan dan mendengarkan ayat-ayat terakhir yang dibaca dengan seksama. Setidaknya sejumlah 4 orang yang menyelesaikan hafalannya pada hari itu. Dua orang merupakan santriwan dan sisanya adalah santriwati.
Bagian Ihya Al-Qur’an Pesantren melaporkan bahwa yang mengkhatamkan hafalannya hari Ahad ini adalah santri yang baru masuk pesantren ini paling lama selama 4 tahun. Dengan masa belajar wajib 6 tahun. Mereka masih memiliki waktu 2 tahun untuk me-murajaah hafalannya. Tentunya ini merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Karena dengan padatnya kegiatan keseharian santri Tahfizh Al-Qur’an Daarul Uluum Lido ini, mereka mampu menyelesaikan hafalannya di waktu yang terbilang dini.
“Setiap apa yang Abi utarakan kepada kalian, kepada guru-guru dalam sambutan ataupun rapat dewan guru selalu segera terealisasikan. Dulu Abi berharap ada yang mampu mengkhatamkan al-qur’an di pesantren ini dengan padatnya kegiatan kita. Tapi, sekarang kita bisa lihat. Setidaknya setiap bulan ada dari santri kita yang tuntas menyelesaikan hafalannya”, tutur Mudir Tahfizh Al-Qur’an Daarul Uluum Lido dalam sambutannya.
Beliau juga menyampaikan bahwa kewajiban seorang hafizh tidak terputus setelah mereka menyetorkan hafalan terakhirnya ini. Namun, tetap menjaganya dan bahkan mengamalkannya sampai akhir hayati.
Kegiatan yang juga dihadiri wali santri ini turut mengharu biru. Terlebih seusai membacakan hafalannya mereka langsung berpelukan dengan wali masing-masing. Kegiatan ini termasuk agenda sakral pesantren. Diharapkan dapat mendorong semangat santri lainnya dalam menghafal dan menjalani aktifitas.







