Tahfizhdulido.com – Rasa syukur yang mendalam menyelimuti seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Lido (Dulido). Pesantren yang kini genap berusia 3 dasawarsa sukses menggelar perhelatan akbar Peringatan Milad ke-30 sekaligus Haul Akbar Pendiri Pesantren, KH. Drs. Ahmad Dimyati dan Nyai Hj. Sa’diyah, BA.

Mengusung tema besar “Berkhidmat Untuk Umat, Berkarya Untuk Bangsa, dan Berjuang Untuk Agama”, rangkaian acara berlangsung khidmat dan meriah selama dua hari berturut-turut, yakni Sabtu-Minggu, 18-19 Juli 2026, berpusat di lapangan utama pesantren.

Momentum bersejarah ini menjadi saksi berkumpulnya ribuan santri, asatidzah, serta ribuan alumni lintas generasi yang datang dari berbagai daerah untuk menyambung kembali ikatan rohani dan silaturahim. Kehadiran para tokoh penting, ulama senior, serta pejabat daerah kian menambah keberkahan acara puncak pada hari Minggu.

Tercatat hadir di kursi undangan kehormatan: Wakil Bupati Kabupaten Bogor H. Ade Ruhandi, S.E.; Pimpinan Pondok Pesantren Daar el-Qolam & La Tansa KH. Adrian Mafatihallah Kariem, M.A.; Pimpinan Pondok Pesantren Daar El-Qolam K.H. Nahrul Ilmi Arief, S.Ag.; Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa 2 KH. Achmad Faisal Hadziq, S.Sos.I., M.M.; Pengasuh Pesantren Daarul Uluum Kampus 1 KH. Nasruddin Latif; serta Pimpinan Pesantren Kulni KH. Ahmad Sadeli Arif, M.Pd. Turut hadir pula unsur Forkopimcam Cigombong-Cijeruk, jajaran kepala desa, serta para pimpinan pondok alumni.

Parade Konsulat: Ekspresi Syiar dan Jiwa Mukmin yang Kuat

Rangkaian acara diawali pada Sabtu (18/7/2026) pagi dengan pergelaran Parade Konsulat yang diikuti oleh seluruh santri dan dewan guru. Sejak pukul 07.00 WIB, kreativitas kebudayaan daerah pembentuk identitas nusantara ditampilkan secara apik di sepanjang jalur utama.

Sebelum melepas kibaran bendera parade, Khadimul Ma’had Pesantren Modern Daarul Uluum Lido, Kiyai Muhammad Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc., memberikan amanat rohani yang menghentak kesadaran santri. Beliau menegaskan bahwa parade ini adalah wadah syiar. Mengutip hadis mulia, beliau mengingatkan bahwa seorang mukmin yang kuat—baik secara fisik, intelektual, maupun spiritual—jauh lebih afdahl dan dicintai Allah SWT daripada mukmin yang lemah. Momentum 3 dasawarsa ini menjadi bukti ketahanan dan konsistensi gerak dakwah pesantren.

Gema Dzikir dan Jalan Kesyukuran Menampilkan Atsar Nikmat

Puncak acara pada hari Minggu (19/7/2026) dibuka secara khidmat dengan lantunan dzikir tahlil pembacaan Nailul Khairat, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Abdul Majid, S.Pd.I., serta gemuruh suara santri menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, dan Mars Daarul ‘Uluum Lido.

Dalam untaian sambutannya, Kiyai Muhammad Yazid Dimyati memaparkan makna di balik meriahnya perhelatan ini. Merujuk pada hadis riwayat Imam at-Tirmidzi, beliau menyatakan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang menampakkan bekas (atsar) nikmat yang diberikan.

“Haul dan Milad yang meriah ini adalah jalan kesyukuran atas apa yang telah Allah berikan kepada pondok ini selama 30 tahun. Bukan untuk riya, bukan untuk takabur atau berlebih-lebihan (israf), melainkan upaya memantaskan diri atas nikmat Allah. Namun yang terpenting, kita harus melihat siapa Mu’tsir (Sang Pemberi Nikmat) di balik kemajuan ini,” dawuh Kiai Yazid.

Beliau mengajak seluruh hadirin melakukan refleksi sejarah (flashback). Pesantren yang baru seumur jagung (5 tahun berdiri) harus rela ditinggal wafat oleh pendirinya, KH. Ahmad Dimyati, pada tahun 2001. Ketabahan pesantren kembali diuji saat Ibunda Nyai Hj. Siti Sa’diyah berpulang pada tahun 2009. Kiai Yazid kemudian menerima estafet kepemimpinan di usia yang sangat muda, 29 tahun pada 2011 silam, berkat bimbingan ruhani dari para kiai senior. Beliau juga menitipkan filosofi “Tugu Bohlam” Cigombong agar alumni senantiasa menjadi penerang dan mengabdi di masyarakat secara konsisten (istiqomah).

Apresiasi Wakil Bupati Bogor dan Untaian Hikmah Para Guru

Dukungan penuh dari pemerintah daerah mengalir melalui sambutan hangat Wakil Bupati Kabupaten Bogor, H. Ade Ruhandi, S.E. Beliau memberikan selamat atas kerukunan yang terjaga di dalam internal pondok.

“Setelah punya pembangunan, mempersiapkan sumber daya manusia itu tidak ada habisnya. Mempunyai putra-putri yang saleh-salehah tidak ada habisnya. Ini sebuah ujian kebersamaan yang tinggi. Begitu santrinya akur, santriwati akur, para guru dan ustadzah akur semua, itu sebuah kebahagiaan yang dilihat oleh almarhum sebagai pendiri. Mari kita siapkan generasi muda untuk menjadi generasi yang terbaik, meneruskan pembangunan daerah berkelanjutan,” tutur H. Ade Ruhandi.

Kehangatan suasana makin terasa saat Pimpinan Pondok Pesantren Daar el-Qolam & La Tansa, KH. Adrian Mafatihallah Kariem, M.A., mengupas tentang indahnya mata rantai keteladanan yang lahir dari ketaatan seorang murid. “Kesulitan, kesabaran, dan kesungguhan menjadi mulia. Yang dipercayai adalah buah dari seorang murid yang selalu manut terhadap gurunya,” ungkap beliau.

Pesan mendalam bagi para santri dan alumni juga ditegaskan oleh Dr. M. Hudri, MA, Ph.D., selaku perwakilan alumni. Beliau mengingatkan esensi utama dalam menuntut ilmu di almamater tercinta.

“Kepada sekalian santri, niat kamu belajar di sini apa? Kalau niat kamu selain ibadah, tolong perbaiki dari sekarang. Aku belajar dari mulut, niatnya adalah ibadah kepada Allah SWT. InsyaAllah selamat dunia akhirat, jangan karena popularitas. Keikhlasan beliaulah yang harus kita pelajari. Tidak ada kata tidak siap dalam ibadah kepada Allah SWT,” pesan Dr. M. Hudri.

Menatap Masa Depan: Akselerasi Program Unggulan dan Global

Sebagai wujud nyata dari tema “Berkarya untuk Bangsa”, momentum tiga dasawarsa ini ditandai dengan peluncuran dan peresmian simbolis empat unit/program strategis baru Pesantren Modern Daarul Uluum Lido, yaitu:

  1. IFLA (International & Foreign Language Affairs): Program akselerasi bahasa dan persiapan studi internasional ke universitas terbaik dunia.
  2. CACE (Career Center): Wadah pengembangan karier, pendidikan lanjutan, dan jejaring wirausaha alumni.
  3. DULIDO Store & ADISA Water: Unit usaha mandiri sebagai motor penggerak ekosistem ekonomi pesantren yang produktif.
  4. Perintisan Cabang ke-4: Rencana ekspansi dan pembangunan kampus baru di atas lahan seluas 14.735 m² di wilayah Cimande, Bogor.

Acara ditutup dengan penuh kekhusyukan melalui doa yang dipimpin oleh Ust. H. Ujang Musa, M.Pd., dilanjutkan penyerahan seserahan konsulat secara simbolis, serta penampilan megah Marching Band gabungan dan tarian nusantara oleh para santri.

Tiga dasawarsa telah terlampaui. Dari garis perjuangan para pendahulu, Pesantren Modern Daarul Uluum Lido siap melangkah maju ke depan—memancarkan cahaya kebaikan, menjaga sujud, dan mencetak generasi emas bagi peradaban dunia.