Tahfizhdulido.com – Pesantren Modern Daarul Uluum Lido sukses menyelenggarakan Masa Pengenalan dan Orientasi Pesantren (MPOP) Pesantren Modern Daarul Uluum Lido Tahun Ajaran 2026/2027 selama empat hari, mulai Senin, 13 Juli 2026 hingga Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung setiap hari sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh seluruh santri dan dewan guru. Selama pelaksanaannya, seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan disambut antusias oleh para santri.
MPOP merupakan agenda pembuka tahun ajaran yang bertujuan memperkenalkan kehidupan pesantren secara utuh kepada seluruh santri. Tidak sekadar menjadi masa orientasi, kegiatan ini juga menjadi ikhtiar untuk menanamkan nilai-nilai kepesantrenan, menyamakan visi pendidikan, serta membangun kesiapan mental dan spiritual santri dalam menjalani kehidupan di Pesantren Modern Daarul Uluum Lido.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh empat materi utama yang disusun secara berkesinambungan. Setiap materi menghadirkan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi, sehingga para santri memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai sistem pendidikan, pengasuhan, sejarah, hingga identitas pesantren.
Hari pertama dibuka dengan materi “Mengenal Pola Pendidikan Pengasuhan Santri di Pesantren Daarul Uluum Lido” yang disampaikan oleh Kiai M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa kehidupan di pesantren merupakan proses pendidikan yang berlangsung selama dua puluh empat jam. Setiap aktivitas santri, baik di kelas, asrama, masjid maupun lingkungan pesantren, merupakan bagian dari proses pembentukan karakter. Pengasuhan bukan sekadar menegakkan disiplin, tetapi menjadi sarana pembinaan akhlak, kemandirian, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan sehingga santri tumbuh menjadi pribadi yang matang secara intelektual maupun spiritual.
Memasuki hari kedua, Ust. Ahmad Yani, M.Pd.I. menyampaikan materi “Wawasan tentang Sejarah dan Hakikat Pesantren.” Beliau mengajak para santri menelusuri perjalanan panjang pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah melahirkan ulama, pemimpin, dan tokoh bangsa. Santri diajak memahami bahwa hakikat pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, melainkan kawah candradimuka pembentukan karakter, keikhlasan, pengabdian, serta perjuangan dalam menjaga nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Pada hari ketiga, Ust. Affan Afifi, S.H.I. menyampaikan materi “Mengenal Lebih Dekat Pesantren Modern Daarul Uluum Lido.” Dalam sesi ini, para santri dikenalkan dengan sejarah berdirinya pesantren, visi dan misi lembaga, budaya kehidupan pesantren, serta nilai-nilai dasar yang menjadi ruh pendidikan di Pesantren Modern Daarul Uluum Lido. Melalui materi tersebut, para santri diharapkan semakin memahami identitas lembaga yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu sekaligus membentuk kepribadian.
Rangkaian materi inti ditutup pada hari keempat oleh Ustadz H. M. Fachrurazi, M.Pd. melalui penyampaian materi “Mengenal Pola Pendidikan dan Pengajaran Pesantren Modern Daarul Uluum Lido.” Beliau menjelaskan bahwa sistem pendidikan di pesantren disusun secara integral dengan memadukan pendidikan formal, pembelajaran diniyah, pengembangan bahasa, pembentukan karakter, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Seluruh proses pendidikan diarahkan untuk melahirkan santri yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap mengabdi kepada umat.
Sebagai penutup rangkaian MPOP, Kiai M. Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc. menyampaikan Irsyadat wa Taujihat kepada seluruh santri. Dalam nasihatnya, beliau mengingatkan bahwa perjalanan menuntut ilmu di pesantren merupakan amanah yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan, kesungguhan, dan kedisiplinan. Beliau juga mengajak seluruh santri untuk menjaga adab kepada guru, memuliakan ilmu, memperkuat ukhuwah antarsantri, serta menjadikan setiap aktivitas di pesantren sebagai bagian dari ibadah dan proses pembentukan diri.
Suasana MPOP berlangsung dengan penuh semangat dan perhatian dari seluruh peserta. Setiap sesi materi diikuti secara serius, sementara pada sesi diskusi para santri menunjukkan antusiasme melalui berbagai pertanyaan dan tanggapan terhadap materi yang disampaikan.
Di sela-sela waktu istirahat setelah setiap sesi materi, suasana semakin semarak dengan berbagai penampilan hiburan yang dipandu oleh para santri. Beragam penampilan kreatif, mulai dari pembawa acara, penampilan seni, hingga hiburan edukatif, menjadi penyegar suasana tanpa mengurangi kekhidmatan kegiatan. Momentum tersebut sekaligus menjadi wadah bagi santri untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan kekompakan dalam membangun budaya positif di lingkungan pesantren.
Melalui penyelenggaraan MPOP Pesantren Modern Daarul Uluum Lido 2026, seluruh santri diharapkan memiliki bekal awal yang kuat dalam memahami sistem pendidikan, pola pengasuhan, sejarah, serta nilai-nilai dasar kepesantrenan. Dengan demikian, mereka siap menjalani kehidupan di pesantren dengan semangat belajar, disiplin, akhlak yang mulia, dan komitmen untuk menjadi generasi muslim yang berilmu, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.



