Tahfizhdulido.com – Selasa, 9 Juni 2026. Di tengah rutinitas pelaksanaan ujian yang berlangsung setiap semester, sering kali muncul anggapan bahwa tugas pengawas hanyalah pekerjaan teknis yang berulang. Hadir di ruang ujian, membagikan soal, mengawasi peserta, lalu mengumpulkan lembar jawaban. Sederhana. Bahkan terkesan biasa.

Namun, dalam Apel Pengawas Ujian yang dilaksanakan di depan kantor BPPK bersama para pengawas dan pengabdian, Ustadz Asep Sugandi,S.Pd. mengingatkan bahwa di balik rutinitas tersebut terdapat tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar memastikan ujian berjalan tertib.

Menurut beliau, apel bukanlah sekadar seremoni pembuka yang dilakukan berulang-ulang setiap kali ujian berlangsung. Fungsi utama apel adalah mengingatkan kembali tugas dan amanah yang telah diberikan kepada setiap pengawas.

“Kalau semua sudah selalu ingat terhadap tugasnya, sebenarnya apel tidak perlu lagi diadakan,” ungkap beliau.

Pernyataan tersebut mengandung kritik yang cukup tajam. Sebab, manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk lupa. Bahkan terhadap hal-hal yang sudah sering dilakukan sekalipun. Padahal petunjuk teknis pelaksanaan ujian telah disusun dengan jelas, mulai dari waktu kehadiran pengawas hingga mekanisme pelaksanaan ujian. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan keterlambatan dan berbagai bentuk kelalaian yang sebenarnya bisa dihindari.

Di sinilah apel berfungsi sebagai pengingat. Bukan karena aturan belum dibuat, tetapi karena manusia sering kali membutuhkan penguatan kembali terhadap apa yang sebenarnya sudah diketahui.

Ujian Bukan Sekadar Rutinitas

Selain mengingatkan tentang disiplin kerja, Ustaz Asep juga menekankan pentingnya memandang ujian dari sudut yang lebih luas.

Sering kali ujian dianggap hanya sebagai satu mata rantai kecil dalam proses pendidikan. Karena dianggap kecil, sebagian orang kemudian menganggapnya tidak terlalu penting. Padahal justru dari proses-proses kecil itulah lahir hasil yang besar.

Beliau memberikan ilustrasi menarik bahwa sesuatu yang besar selalu berawal dari sesuatu yang kecil. Sebagaimana manusia yang megah dan sempurna bermula dari sesuatu yang nyaris tidak terlihat, demikian pula keberhasilan pendidikan dibangun oleh proses-proses sederhana yang dijalankan secara serius dan bertanggung jawab.

Ujian mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun hasil dari proses tersebut akan menjadi bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kualitas seorang santri di masa depan.

Karena itu, memandang remeh pelaksanaan ujian sama artinya dengan meremehkan salah satu fondasi penting dalam proses pembentukan generasi.

Tanggung Jawab yang Melampaui Administrasi

Dalam arahannya, Ustaz Asep mengajak seluruh pengawas untuk menyadari bahwa pekerjaan mereka tidak berhenti pada aspek administratif.

Setiap lembar jawaban yang diperiksa, setiap peserta yang diawasi, bahkan setiap ketepatan waktu yang dijaga, semuanya memiliki kontribusi terhadap kualitas pendidikan yang sedang dibangun.

Kesadaran inilah yang harus melahirkan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi. Sebab pengawasan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan proses evaluasi yang jujur dan berkualitas. Sebaliknya, kelalaian sekecil apa pun dapat mengurangi nilai pendidikan yang ingin dicapai.

Oleh karena itu, beliau mengingatkan agar seluruh tugas dilaksanakan dengan penuh amanah dan kesungguhan. Bukan karena ada atasan yang mengawasi, tetapi karena setiap pekerjaan pada hakikatnya merupakan bentuk pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Jangan Meremehkan Hal-Hal Kecil

Salah satu pesan yang paling kuat dalam apel tersebut adalah larangan untuk meremehkan hal-hal kecil.

Keterlambatan beberapa menit, kelalaian dalam administrasi, atau ketidaktelitian dalam menyusun berkas ujian sering kali dianggap sepele. Padahal berbagai persoalan besar biasanya berawal dari hal-hal kecil yang diabaikan.

Karena itu, beliau mengajak seluruh pengawas untuk membangun budaya profesionalisme dalam setiap detail pekerjaan. Mulai dari hadir tepat waktu, menjalankan prosedur dengan benar, hingga menata dokumen ujian secara rapi agar memudahkan proses selanjutnya.

Budaya seperti inilah yang akan melahirkan kualitas kerja yang unggul dan memberikan dampak positif terhadap keseluruhan sistem pendidikan.

Menjaga Amanah Pendidikan

Pada akhirnya, apel tersebut bukan sekadar agenda pembuka ujian. Ia menjadi momentum refleksi bagi seluruh pengawas bahwa tugas yang mereka emban merupakan bagian dari amanah besar pendidikan.

Apel mengajarkan dua hal penting: manusia perlu terus diingatkan, dan tidak ada proses pendidikan yang benar-benar kecil. Setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki kontribusi dalam membentuk generasi yang akan datang.

Karena itu, pelaksanaan ujian tidak boleh dipandang sebagai rutinitas belaka. Di balik ruang-ruang ujian yang tampak sederhana, sesungguhnya sedang berlangsung proses penting yang ikut menentukan kualitas para santri di masa depan. Dan di sanalah peran pengawas menjadi sangat berarti: menjaga amanah, menegakkan disiplin, dan memastikan setiap proses berjalan dengan penuh tanggung jawab.