Tahfizhdulido.com – Ekopesantren adalah sebuah strategi yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan mewujudkan komunitas pondok pesantren yang hijau, mandiri, dan ramah terhadap lingkungan. Ekopesantren mensinergikan antara ajaran agama Islam dan ilmu pengetahuan (science) mengenai alam dan lingkungan untuk menjawab tantangan yang  dihadapi dunia Islam dan Indonesia pada saat ini, seperti kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Melalui program Ekopesantren diharapkan akan tumbuh generasi muda muslim yang beriman, tangguh serta mempunya kemampuan untuk mewujudkan  risalah Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam. Program Ekopesantren  dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, serta penilaian mandiri (web-tracking) untuk membangun komunitas pondok pesantren hijau, mandiri, dan ramah lingkungan melalui 10 program ekopesantren.

Salah satu dari 10 program ekopesantren yang akhirnya diraih oleh Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido adalah program fiqh lingkungan. Yaitu program tentang Pondok pesantren merupakan komunitas masyarakat dibidang pendidikan keagamaan yang telah lama tumbuh di Indonesia. Pengayaan pengetahuan kepada santri tentang lingkungan hidup, perlu diperdalam baik dalam kurikulum ekstra kulikuler maupun intrakulikuler. Dengan otonomi, sebuah pesantren dapat memberikan pelajaran tambahan atau khusus tentang lingkungan hidup yang terkait dengan ajaran Islam (Fiqh Lingkungan). Implementasinya dapat dilakukan melalui integrasi dalam pembelajaran fiqih muamalah dan ibadah yang disampaikan melalui teori ataupun praktik di komunitas pesantren.

Program ekopesantren launching pada tahun 2021 dan diakhiri programnya dengan pemberian penghargaan pada tahun 2024. Dengan visi ekopesantren yaitu: Menjadi program unggulan bagi dunia Islam dan sistem pendidikan Islam untuk membangun generasi muda muslim yang mempunyai kesadaran lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan melalui sinergi keimanan dan ilmu pengetahuan.

Pusat Pengajian Islam (PPI) Universitas Nasional (UNAS) menggelar acara Ekopesantren Award di Auditorium Cyber Library Universitas Nasional pada Jumat (14/6/2024). Ada 13 pesantren yang mendapatkan penghargaan dari program Ekopesantren. Mereka menjadi focal point dalam gerakan flobal menjaga lingkungan.

Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Prof Waryono Abdul Ghafur mengatakan, program ekopesantren sebenarnya bertujuan untuk menegaskan kembali pesantren-pesantren yang selama ini sudah berusaha menjadi bagian dalam upaya pelestari lingkungan.

“Cuma kita perlu bukti-bukti pesantren, ekopesantren itu seperti apa, alhamdulillah dari proses tiga tahun ya, ada proses perjalanan, pelatihan, bimtek, dan macam-macam seminar, hari ini puncaknya kita memberikan penghargaan kepada pesantren terpilih,” tutur Prof Waryono Abdul Ghafur.

Waryono berharap, pesantren yang hadir hari ini dan menjadi pemenang Ekopesantren Award akan menjadi focal point di berbagai daerah di daerahnya masing-masing. Tentunya untuk menyuarakan bahwa pesantren bisa menjadi bagian dari gerakan global untuk menjaga lingkungan.

Ketua PPI UNAS, Dr. Fachruddin M Mangunjaya menyampaikan, program ekopesantren adalah upaya untuk men-tracking dan memetakan pesantren sampai di tataran mana dalam menjalankan sepuluh program ekopesantren. Sepuluh program tersebut merupakan benchmarking yang dibuat berdasarkan riset.

Fachruddin menegaskan, sepuluh program ekopesantren sudah disosialisasikan secara global di Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP27) 2022 di Mesir, dan diumumkan pada COP28. “(Sepuluh program ekopesantren) juga sudah dipresentasikan secara global dan ini kita menjadi avant-garde di dunia Islam, jadi saya harapkan, kita harapkan pesantren juga bisa terus mengglobal karena itu adalah misi kita untuk rahmatan lil alamin,” ujar Dr. Fachruddin M Mangunjaya.

PPI UNAS mengungkapkan ada 50 pesantren yang sudah ikut program ekopesantren, di antaranya 40 pesantren di Jawa dan sepuluh pesantren di Sumatera. Dia berharap, semakin banyak pesantren yang mengikuti program ekopesantren. Tercatat, ada 40 ribu pesantren, kalau satu tahun ada 1.000 pesantren yang ikut program, artinya dibutuhkan waktu 40 tahun.

Penghargaan langsung diberikan kepada Direktur Mahad Tahfizh, Dr. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed di Auditorium Cyber Library Universitas Nasional pada Jumat (14/6/2024). “Kami mengucapkan terima kasih kepada PPI-UNAS melalui Ekopesantren telah memberikan penghargaan kepada kami dalam program fiqh lingkungan. Tentu ini menjadi motivasi kami untuk terus mewujudkan visi ekopesantren melalui lingkungan dan santri penghafal Al-Qur’an,” tutur Dr. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed.

Harapannya sebagaimana ayat yg di sampaikan Qori di awal pembukaan penganugerahan;

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Menjadi perhatian pesantren seluruh Indonesia tidak hanya menjaga ekosistem di darat saja tapi ekosistem laut juga perlu kita pikirkan, semoga ekopesantren akan melebarkan sayapnya turut berupaya menjaga laut Indonesia. Karena Bumi tidak hanya daratan tetapi lautan juga,” punkas Dr. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed.

 

Lihat Penganugerahan Ekopesantren 2024: