Tahfizhdulido.com – Pesantren Tahfizh Al-Quran Daarul Uluum Lido memiliki area khusus untuk bercocok tanam hidroponik yang diberi nama dengan Green House. Bercocok tanam adalah salah satu kegiatan yang dapat diikuti oleh santri di pesantren tanpa terkecuali. Bagi santri yang memiliki hobi atau potensi dalam bercocok tanam bisa mengikuti kegiatan ini, sehingga dapat lebih meningkatkan keterampilannya.

Hidroponik merupakan sistem penanaman dengan media tanpa tanah, jadi media tanamnya menggunakan larutan air yang mengandung nutrisi agar tumbuhan berkembang secara baik dan adapun sebagian tanaman menggunakan media tanam kerikil, pasir kasar, sabut kelapa, rockwool, perlit, serat kayu.

Selain hasilnya lebih bersih dan steril hasil panen ini biasanya dipilih dengan menggunakan teknik sortir antara tanaman yang layak atau tidak, namun kondisi tanaman yang kurang baik kemungkinan sangat kecil, karena tekhnik ini tidak mudah terserang hama, gulma dan penyakit.

Pembina tanaman hiroponik ini adalah Ust. Mulyadi, M.Pd dan koordinatornya yaitu Usth. Annisa Putri Sihabudin. Dalam tugas hariannya diberikan kepada santri yaitu Syana Nayla Putri Hermansyah dan Naila Fazriah. Keberhasilan hidroponik salah satunya dipengaruhi oleh jenis sayuran yang ditanam. Berbagai jenis tanaman dapat dibudidayakan dengan sistem ini. Di Pesantren terdapat dua jenis sayuran yang biasanya ditanam yaitu pakcoy dan secin (sawi hijau). Dalam merawat sayuran tersebut beberapa hal yang dilakukan adalah dengan pemberian nutrisi vitamin pada pagi dan sore hari yang ditempatkan dalam toren besar berukuran 3.000 liter dan petugas harian mengecek kadar nutrisi dengan menggunakan alat ukur Total Dissolved Solids (TDS). Sayuran yang ditanam ini tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida dan insektisida, sehingga tanaman jauh lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi secara langsung.

Penanaman bibit periode bulan Maret – April ini dilakukan oleh Direktur Mahad Tahfizh, Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed dan Usth. Desi Maziyah, S.E. Estimasi 40 s.d 60 hari setelah bibit ditanam sudah dapat dipanen. Hasil panen yang dapat diperoleh kurang lebih sekitar 25 KG per pekan dan dapat dinikmati oleh santri yang nanti dikelola oleh pegawai dapur, dan dapat diperjualbelikan kepada walisantri atau pengunjung yang datang ke Green House.

“Bertani adalah menghasilkan oksigen untuk manusia dan berbisnis untuk menghasilkan ketahanan pangan secara mandiri. Pertanian milenial maju dan subur, maka negara akan kuat dan rakyat makmur, tutur Ust. Mulyadi.”

Sistem hidroponik yang digunakan pesantren adalah DFT atau Deep Flow Technique merupakan  jenis berkebun hidroponik di mana tanaman ditanam di tempat air dangkal, dan larutan nutrisi terus mengalir di sekitar akar tanaman. Sistem ini ideal untuk tanaman tanpa akar yang dalam, dan tanaman yang memiliki siklus tumbuh cepat. Jenis tanaman yang dapat ditanam menggunakan sistem ini bermacam-macam, mulai dari sayuran daun, sayuran buah dan bunga. Sayuran daun yang biasa ditanam menggunakan sistem ini seperti selada, pakcoy, kangkung, sawi, basil, seledri dll. Sayuran buah yang biasanya menggunakan sistem DFT seperti mentimun, melon, semangka dan untuk bunga adalah bunga kol.

Sistem DFT memerlukan listrik untuk mensirkulasikan air ke dalam instalasi hidroponik. Air yang ada akan diputar dengan menggunakan pompa dan untuk menghemat penggunaan listrik, teman berkebun dapat menggunakan timer (untuk mengatur waktu hidup dan mati pompa). Larutan nutrisi tanaman khusus hidroponik yang ada dalam tangki akan dipompa menuju bak penanaman melalui jaringan instalasi DFT, kemudian larutan nutrisi tanaman di dalam bak penanaman dialirkan kembali menuju tangki.

Panen Sayuran Pakcoy Oleh Ust. Mulyadi

Panen Sayuran Pakcoy Oleh Ust. Mulyadi

Panen Sayuran Pakcoy oleh santri

Panen Sayuran Pakcoy oleh santri

Ayoo bantu pesantren memperluas dan mengembangkan Pertanian Sistem Hidroponik dengan berdonasi dalam program Sedekah Pangan!

Bank Syariah Indonesia 2010220157 a.n Yayasan Salsabila Lido

Konfirmasi Sedekah Pangan ke Ust. Mulyadi, M.Pd – 0858-8128-3349

Pewarta: Fakhri Putra Tanoto