Tahfizhdulido.com – Lomba mural yang diselenggarakan Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido melalui Bagian Pembinaan dan Pengasuhan Santri (BPPS) berlangsung selama kurang lebih satu minggu terhitung dari tanggal 26 Februari s.d 5 Maret 2022. Mural yang dibuat oleh setiap kelas ini pada mulanya masing-masing perwakilan kelas mengirimkan sketsa kepada panitia mengenai mural yang nanti akan dibuat, setelah mendapatkan persetujuan maka diperbolehkan mengaplikasikan sketsa pada dinding yang sudah disediakan.
Mural merupakan bahasa latin yaitu dari kata “murus” yang memiliki arti dinding. Secara luas pengertian mural adalah menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau media luas lainnya. Seni mural sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu kala. Bahkan jika ditilik dari sejarah mural, mural sudah ada sejak 31.500 tahun yang lalu tepatnya pada masa prasejarah. Pada masa itu terdapat sebuah lukisan yang menggambarkan sebuah gua di Lascaux yaitu daerah Selatan Prancis. Mural yang dibuat pada masa prasejarah tersebut menggunakan sari buah sebagai cat air (karena pada masa prasejarah belum ada cat).
Perlombaan mural merupakan salah satu cara Pesantren memfasiliftasi santri untuk berkarya. Santri tidak hanya dituntut mengaji atau menghafal Al-Qur’an, tetapi Pesantren pun membantu dalam mengembangkan bakat seni yang ada pada diri santri. Sebagaimana Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berpesan bahwa, “Santri harus senantiasa didekatkan dengan dunia seni. Selain ilmu agama dan sains, seni dinilai dapat membentuk karakter santri yang dapat bermanfaat bagi masa depannya.”
Penilaian hasil mural berlangsung pada Minggu (07/03/2022) dan juri berasal dari dewan guru, antara lain: Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed, Usth. Desi Maziyah, S.E, Ust. Faizin Zuhri, Lc., Usth, R. Rifa Qodriatinnisa, Lc., dan Ust. Muhammad Naufal. Penilaian meliputi kreativitas, komposisi warna, estetika, pesan moral, dan kebersihan.
Direktur Mahad Tahfizh, Ust. Tubagus Bay Amri Hakim, M.Ed menyampaikan pada acara penutupan dan pengumuman juara lomba mural, “Pesantren memfasilitasi kreativitas santri. Mural yang dibuat oleh santri memiliki pesan positif yang disampaikan melalui dinding sebagai sarananya. Gambar atau tulisan yang termuat di mural memiliki filosofi tersendiri, ada mural yang dapat terlihat filosofinya tanpa perlu penjelasan, dan ada juga mural yang perlu disampaikan isi filosofinya.”
Karya mural dapat dilihat di sini.
Berikut adalah juara lomba mural:
Juara 1: Kelas 1 Intensif
Juara 2: Kelas 3
Juara 3: Kelas 5 MIA

