
Oleh: Adelia Permata Sari (Santriwati kelas 3 int)
Libur adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang, tak terkecuali oleh para santri Tahfidz Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido. Bagaimana tidak? Santri yang biasanya jauh dari orang tua dan menjalani segala macam aktifitas yang begitu padat setiap harinya. Kini dibebaskan untuk berlibur dan melakukan kegiatan yang diinginkannya dirumah.
Namun, momen liburan juga seringkali menjadi boomerang bagi para santriwan ataupun santriwati. Ya, bagi mereka, para santri yang merasa bebas dari berbagai peraturan dan juga segala hukuman, sehingga apapun yang dilakukan oleh mereka, didasari atas prinsip; “Mumpung bisa kaya gini, kapan lagi?”
Padahal pada hakikatnya, liburan bagi seorang santri adalah waktu yang tepat untuk mengamalkan apa yang sudah ia dapatkan dari pondok pesantrennya. Liburan adalah waktu untuk menebar kebaikan pada masyarakat sekitar dan juga waktu yang tepat untuk mensyiarkan dan menjaga nama baik pesantren. Hal ini memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Meskipun kita berlibur, kita juga harus tetap produktif setiap harinya.
Nah, pastinya kalian penasaran bagaimana liburan yang produktif, berkesan, dan bermanfaat kan? Jadi, untuk melakukan itu semua ada beberapa tips yang bisa kalian lakukan. Seperti berikut, check it out!
Tips yang pertama :
MEMBUAT TARGET LIBURAN
Terkadang, manusia itu memang membutuhkan target agar hidupnya lebih teratur. Karena target mampu menjadi patokan utama kita dalam melakukan aktifitas. Meskipun tidak semua target bisa terlaksana dengan sempurna, tapi setidaknya kita sudah mempunyai niat dan usaha untuk mengisi waktu liburan kita dengan hal-hal yang produktif dan positif.
Bagaimana? Menarik bukan?
Tips yang kedua :
KONTROL PENGGUNAAN HANDPHONE
Nah,langkah yang kedua ini sangat penting untuk kita praktekan. Sebaik apapun kita membuat target liburan, akan tetap terkalahkan jika handphone masih menjadi alat nomor satu pengisi waktu kosong kita. Waktu liburan adalah waktu untuk bersosialisasi dan mencurahkan rasa rindu dengan orang-orang terdekat. Jangan sampai, handphone malah mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
Tidak memegang hp dipesantren bukan berarti saat dirumah kita bisa seperti ‘burung yang keluar dari sangkarnya’ ya teman-teman, merasa bebas melakukan apa saja. Cobalah lihat sekitar, mereka sedang mengharapkan dan menunggu kegiatan positif, menakjubkan, dan membanggakan dari hasil pola hidup kita di pesantren.
Tips yang ketiga :
JANGAN MEMANFAATKAN KEBAIKAN ORANG TUA DAN LALAI WAKTU
Penulis paham betul, orang tua yang anaknya menimba ilmu di pesantren seringkali memberi kesempatan anaknya melakukan apa saja tanpa terkecuali soal waktu. Contohnya: tidak tahu waktu soal tidur, bermain ke rumah teman, atau dalam penggunaan handphone.
Padahal, orang tua mana yang hatinya tidak mengharapkan anaknya menjadi lebih baik, lebih inisiatif dan lebih berkarakter setelah dimasukkan ke tempat yang tepat yaitu pesantren?
Ayooo ngaku, siapa yang memanfaatkan kebaikan orang tua dan lalai waktu?
Mulai sekarang, berubah yuk. Buat orang tua kita merasa bersyukur dan beruntung mempunyai sosok anak yang melanjutkan jenjang pendidikannya dipesantren.
Jadi, teruslah semangat melakukan perubahan.
Tips yang ke empat :
MENGASAH KEMAMPUAN
Kalau di pondok kita merasa sulit untuk searching dan mengasah kemampuan karena memang tidak diizinkan memegang handphone untuk mencari inspirasi dalam bidang yg kita minati. Nah, liburan ini waktu yang tepat untuk kita mengembangkan potensi diri. Seperti mengisi waktu yang kosong,dengan mendalami passion yang kita sukai. Tidak ada ruginya,bukan? Menggunakan handphone kita bukan hanya untuk update status galau di sosial media yaa,tetapi kita bisa memanfaatkannya dengan hal-hal lain yang lebih positif.
Tips yang kelima :
ISI WAKTU DENGAN HAL-HAL POSITIF
Ada beberapa kegiatan yang bisa kita lakukan di rumah saat liburan, misalnya :
▪︎Membantu pekerjaan rumah
▪︎Sholat tepat waktu
▪︎Silaturahmi ke guru-guru dan saudara-saudara terdekat. Karena, disitulah ada ridho dan doa yang terpanjatkan untuk kita.
▪︎Tetap mengerjakan amalan yang biasa dilakukan di pondok. Ingat ya, semua yang kita lakukan di pondok, semata-mata adalah latihan agar kita bisa terbiasa mempraktekannya di rumah .
▪︎Dan jangan lupa, muraja’ah. Ingat perkataan Ust. Supri, “Menghafal itu kewajiban dari pondok, tapi muraja’ah itu kewajiban dari Allah.”
Nah, masih banyak kegiatan positif lainnya yang bisa di lakukan oleh kita nih teman-teman.
Dan tips yang terakhir :
MENGATUR WAKTU DENGAN SEBAIK MUNGKIN
Jika di pesantren biasanya kita diatur oleh pengurus, berbeda dengan di rumah. Di rumah, kita di latih agar bisa mengatur diri sendiri dan itu pasti menjadi tantangan yang cukup sulit. Seringkali kita dikalahkan oleh hawa nafsu, sehingga mengakibatkan waktu yang kita punya terbuang sia-sia. Padahal perang yang sesungguhnya adalah berperang melawan hawa nafsu. Memang, waktu luang seringkali membuat kita menjadi manusia yg lalai dalam menjalani aktifitas. Sebagaimana perkataan Imam Syafi’i, “Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang menebasmu. Dan jika jiwamu tak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.”
Makanya, yuk kita gunakan waktu liburan ini menjadi sesuatu yg penuh dengan manfaat. Karena, khoirunnasi anfa’uhum linnas (Sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat untuk manusia lainnya).
Jadi, itulah tips yang bisa kita lakukan semasa liburan agar identitas santri dan pesantren kita tetap terjaga dimanapun kita berada. Jangan lupa kembali ke pesantren dengan penuh semangat ya teman-teman! Dan jangan pernah lelah untuk menebar kebaikan!
Semoga bermanfaat.
Dari sini kita tahu,ada point point penting yang harus diketahui terutama di waktu waktu lenggang(liburan) ini…. Alhamdulillah👍👍
Bagus banget sih ini, beemanfaat banget buat anak anak santri lainnya🥳👌