Selamat Milad Ke-7 (2015 – 2022)
Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido

Tahfizhdulido.com – Hari ini Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido mengadakan acara syukuran dalam rangka memperingati Milad Ke-7 yang bertepatan pada hari Selasa (01/02/22) di Masjid Al-Maktoum. Acara ini dihadiri oleh Khadimul Mahad, Direktur Mahad Tahfizh, Dewan Guru, beserta seluruh santri. Acara ini diadakan tidaklah lain dalam rangka mengikuti ajaran Rasulullah Saw yang ketika mendapatkan perkara menyenangkan atau membahagiakan, beliau melakukan sujud sebagai tanda syukur kepada Allah Swt. Sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Ibnu Majah nomor 1381:

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila didatangi oleh perkara yang menyenangkan atau membahagiakan, beliau tersungkur sujud sebagai tanda syukur kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.” (Imam Ibnu Majah)

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَجَدَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَطَالَ السُّجُوْدَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ إِنَّ جِبْرِيْلَ أَتَانِي فَبَشَّرَنِي فَسَجَدْتُ ِللهِ شُكْرًا

“Diriwayatkan dari Abdurrahman bin ‘Auf ra., ia berkata: Rasulullah saw pernah sujud dan lama sujudnya, kemudian beliau mengangkat kepalanya, lalu bersabda: Sesungguhnya Malaikat Jibril telah datang kepadaku  (membawa kabar), dan kabar itu menggemberikan hatiku, karena itu aku sujud sebagai tanda syukur kepada Allah.” (HR. Ahmad dan dinyatakan shahih oleh al-Hakim)

Acara yang diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi (Simthud Duror) oleh pewakilan dari dewan guru dan santri. Kemudian Khadimul Mahad, Kiai Mohamad Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc memberikan sambutan pada acara Milad ke-7 Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido, “7 tahun milad pesantren ini adalah bentuk rasa syukur setelah kita menghargai betapa mahalnya sebuah umur, betapa mahalnya sebuah waktu yang berjalan dan tidak akan pernah kembali ke belakang.”

Khadimul Mahad mengajak kepada dewan guru dan seluruh santri untuk bersyukur dengan cara menghargai waktu di umur kita saat ini dan khususnya usia ketujuh tahunnya Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido. Hal ini merupakan salah satu hikmah sebagaimana Allah Swt bersumpah dengan waktu di dalam Al-Qur’an, seperti وَالضُّحَىٰ, وَالْعَصْرِ, وَالْفَجْرِ dan pelajaran yang dapat diambil adalah untuk menghargai bahwa semua waktu itu merupakan cipta Allah Swt.

Selanjutnya, Kiai Yazid mengajak para hadirin untuk melihat kondisi pesantren di tahun sebelumnya. Ketika di awal peresmian pesantren kondisinya yang belum ada gedung asrama dan hanya ada bangunan masjid bahkan kondisi lapangan yang belum dikonblok. “Santri harus mengetahui kondisi, perjuangan dan perkembangan pesantren setiap tahunnya,” tutur Khadimul Mahad.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Direktur Mahad Tahfizh dan diberikan kepada Khadimul Mahad sebagai tanda simbolis tasyakuran milad ke-7 Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido. Dan acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ust. Supriyadi.

Semoga Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido selalu dalam ridho Allah Swt sebagai wadah perjuangan dan pengabdian digaris pendidikan juga dakwah dalam mencerdaskan umat dan generasi muda Islam yang berakhlak mulia. Mampu membentengi moralitas umat Islam dan menjadi lembaga pendidikan yang bisa melakukan perubahan masyarakat di lingkungannya ke arah transformasi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Mari meriahkan Milad Pesantren dengan foto terbaikmu di twibbon yang sudah disediakan:

Twibbon 1
https://twb.nz/miladptqdulidoke-7

Twibbon 2
https://twb.nz/miladptqdulido7