Usai sudah (Jum, 30/08/19) masa jabatan kepengurusan OSTADA (atau biasa siswa sekolah negeri menyebutnya OSIS) santri kelas akhir Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul Uluum Lido yang kurang lebih selama setahun kebelakang. Sebelum akhirnya mereka menitikberatkan fokus mereka untuk menghadapi berbagai ujian selama satu tahun kedepan. Mulai dari ujian ke-pesantren-an sampai ujian negeri yang diadakan pemerintah.

Melihat bagaimana mereka ditatar sebelum menjadi pengurus ORGANTRI Pesantren dalam kegiatan TLM (Training of Leadership and Management), tentu terasa sangat cepat. Tepat malam kemarin dilantiknya pengurus ORGANTRI yang baru. Tentunya dengan semangat baru.

Dalam pidatonya, Kyai Muhammad Yazid Dimyati mengatakan bahwa setiap pengurus yang sudah dilantik berarti sudah siap menjadi pembantu pesantren. Pembantu secara bahasa adalah yang membantu meringankan suatu pekerjaan dengan beberapa job list yang sudah ditentukan. Dari pidatonya tersirat makna tentang pembantu. Dalam artian, setiap pengurus yang mencukupkan dirinya hanya sebatas pekerjaan yang terdapat dalam program kerjanya saja. Maka, ia telah menunaikan tugasnya sebagai pembantu. Namun pesantren ini tidak menciptakan pembantu yang handal. Melainkan santri-santri yang kreatif, inovatif, multitalent dan produktif. Dengan begitu bisa dikatakan seorang santri ikhlas menjalankan tugasnya, apabila ia mengerjakan lebih dari apa yang telah ditentukan oleh pesantren.

Kita sama-sama doakan agar para pengurus, asatidz dan para santri lainnya senantiasa belajar ikhlas dan beramal ikhlas.